HTB-tools

Hierarchical Token Bucket ( HTB )

I use this tool on all servers to limit the client bandwidth. Simply perfect.

HTB-Tools Website
http://htb-tools.skydevel.ro/

HTB-Tools Howto
http://htb-tools.skydevel.ro/e107_plugins/content/content.php?content.11

Software RAID di CentOS 5.1

A. Yuke mari kita ngeRAID di CentOS (Software RAID).

A.1. Ikuti tutorial di bawah ini, setelah itu install CentOS sampai dengan selesai.
http://www.centos.org/docs/5/html/Deployment_Guide-en-US/s1-raid-config.html

A.2. Konfigurasi Grub agar ketika salah satu harddisk rusak, kita masih bisa memboot dengan harddisk yang satunya lagi.

[root@terimanasib ~]# grub
device (hd0) /dev/sda
root (hd0,0)
setup (hd0)
device (hd1) /dev/sdb
root (hd1,0)
setup (hd1)

B. Cara untuk menrebuild harddisk yang baru, ketika harddisk yang satu rusak.

B.1. Buat partisi di harddisk yang baru, dengan catatan besar partisi itu harus sama dengan harddisk yang sedang berjalan.

B.2. Mulai proses rebuild dengan perintah..

[root@terimanasib ~]# mdadm --manage --add /dev/md0 /dev/hda1
[root@terimanasib ~]# mdadm --manage --add /dev/md1 /dev/hda2
[root@terimanasib ~]# mdadm --manage --add /dev/md2 /dev/hda3

Perintah diatas sesuaikan dengan partisi anda Yah

B.3. Kembali ke proses A.2. (Proses installasi grub ke setiap MBR Harddisk yang ada)

Jika sudah selesai rebootlah server tersebut dan anda sukses, jika belum…. http://www.terimanasib.com deh :)

Refrensi:
http://www.centos.org/docs/5/html/Deployment_Guide-en-US/s1-raid-config.html
http://www.flmnh.ufl.edu/linux/linux_software_raid.htm
http://ex-parrot.com/~pete/software-raid-howto.html

Disable SELINUX

Sedikit tutorial tentang mendisable SELINUX, distro yang saya gunakan adalah Fedora GNU/Linux dan CentOS GNU/Linux jika anda menggunakan distro yang lain (Debian base) mungkin sama caranya.

[root@sandra ~]# setenforce 0

Edit file /etc/selinux/config

[root@sandra ~]# vi /etc/selinux/config

Ganti baris “SELINUX=enforcing” menjadi “SELINUX=disabled”

Setelah itu bypass di Grub agar SELINUX tidak dijalankan pada saat booting, tambahkan perintah dibelakang baris configurasi kernel anda dengan “selinux=0″ setelah itu reboot mesin anda.

Setelah proses reboot selesai cek dengan command
[root@sandra ~]# sestatus -v

SELinux status: disabled

Selesai sudah proses mendisable SELINUX di mesin anda.

Read more
http://fedora.redhat.com/docs/selinux-faq

Reset password root MySQL

Pagi ini saya lupa dengan password root MySQL, terus searching di google akhirnya ketemu juga cara untuk mereset password root tersebut.

Gini caranya:

1. Matikan demon MySQL anda
/etc/init.d/mysqld stop

2. Jalankan perintah berikut ini
mysqld_safe --skip-grant-tables -u root &

Setelah itu anda bisa masuk ke MySQL tanpa perlu menggunakan username dan password.
mysql

Kemudian reset password root anda

UPDATE mysql.user SET Password=PASSWORD('sandra_dewi') WHERE User='root';
FLUSH PRIVILEGES;

Keluar dari MySQL dan kill proses “mysqld_safe –skip-grant-tables -u root &” dengan perintah
kill $!

Setelah itu anda jalankan demon MySQL
/etc/init.d/mysqld start

Nah sekarang anda sudah bisa login menggunakan account root dengan password yang baru.

Ethernet oh Ethernet

Dalam beberapa bulan ini saya dibuat bingung dengan konfigurasi ethernet di salah satu router loadbalancing, saya menggunakan Fedora 5, router ini melayani 40 PC client dan menggunakan 4 ISP yang berbeda. 1 ISP memberikan layanan IP public dan 3 lainnya IP dinamis (DHCP).

berikut ini configurasi yang ada saya gunakan.

file /etc/modprobe.conf, file ini saya gunakan agar pada saat booting si linux sudah tidak perlu lagi mencari hardware yang baru, karena proses kudzunya tidak digunakan.

alias eth0 8139too
alias eth1 8139too
alias eth2 3c59x
alias eth3 3c59x
alias eth4 3c59x

eth0 adalah IP public dan eth3 adalah interface yang mengarah ke client, eth1,2 dan 4 adalah interface yang menggunakan dhcp, di setiap file ifcfg-eth0 s/d 4 saya sudah menjelaskan MAC Address setiap ethernet.

Konfigurasi ini berjalan hanya beberapa minggu saja, setelah itu urutan interface berubah dengan tidak beraturan entah eth0 jadi 3, 2 jadi 0 dan sebagainya. Kadang perubahannya hanya terjadi di 2 interface saja. Dengan kejadian ini saya baru menyadari bahwa MAC Address di GNU/Linux itu sistemnya mengikuti driver bukan sebaliknya.

Akhirnya setelah pusing mencari tahu kesalahannya dimana, saya bertanya ke tanyajawab@linux.or.id dengan subject “Konfigurasi NIC sering berubah-ubah”, saya banyak mendapatkan feedback dari teman-teman disana salah satunya memberikan link http://dicky.wahyupurnomo.com/2008/01/09/memastikan-penamaan-ethernet-tidak-berubah2-di-linux-fc/, yah saya mencoba cara pak Dicky….


SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”8139too”, ATTRS{address}==”00:1B:11:E8:94:00″, NAME=”eth0″
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”via_rhine”, ATTRS{address}==”00:19:dB:22:C1:5C”, NAME=”eth1″

(bersambung)

(sambungan tadi malem :) )
Tapi ada 1 keanehan yang terjadi, configurasi itu ada sedikit error dan jika saya memakai configurasi yang ada di link blog Pak Dicky CBQ saya yang sudah up tidak akan berjalan dan jika di matikan client baru bisa menakses website, karena CBQ yang saya gunakan juga terintegrasi dengan Transparant Proxy yang menggunakan sebuah Bash Scripting untuk menjalankan keduanya.

Dengan adanya kesalahan di dalam configurasi itu, saya cari tahu di Google dengan kata kunci udev dan menemukan Configurasi NIC.

Jadi untuk mengenerate configurasinya saya harus melakukan


udevtest /sys/class/net/eth0
udevtest /sys/class/net/eth1
udevtest /sys/class/net/eth2
udevtest /sys/class/net/eth3
udevtest /sys/class/net/eth4

Setelah melakukan perintah di atas saya mendapatkan bahwa penulisan
DRIVERS==”8139too”, ATTRS{address}==”00:1B:11:E8:94:00″
“DRIVERS” itu tidak menggunakan huruf “S” dan “ATTRS{address}” seharusnya SYSFS{address}

Maka saya mendapatkan configurasi yang benar seperti ini :

KERNEL=="eth0", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="8139too", SYSFS{address}=="00:13:46:28:e7:45", NAME="eth0"
KERNEL=="eth1", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="8139too", SYSFS{address}=="00:13:46:28:e7:40", NAME="eth1"
KERNEL=="eth2", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="3c59x", SYSFS{address}=="00:04:75:c1:5c:ad", NAME="eth2"
KERNEL=="eth3", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="3c59x", SYSFS{address}=="00:04:75:c1:54:7d", NAME="eth3"
KERNEL=="eth4", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="3c59x", SYSFS{address}=="00:04:75:c1:59:fe", NAME="eth4"

Dan untuk menjalankan configurasi ini saya harus melakukan unload dan reload driver dan modulenya, atau simplenya saya reboot server tersebut dan mendapatkan configurasi berjalan dengan lancar dan CBQ saya juga bisa di gunakan kembali.

Memang jika kita liat dengan perintah dmesg si kernel masih meload configurasi yang lama, tapi kita anda mengamati lebih teliti configurasi itu berjalan dengan mulus.

Ok untuk beberapa hari kedepan mari kita lihat apa yang terjadi, apakah masih berubah-ubah ?