Reset password root MySQL

Pagi ini saya lupa dengan password root MySQL, terus searching di google akhirnya ketemu juga cara untuk mereset password root tersebut.

Gini caranya:

1. Matikan demon MySQL anda
/etc/init.d/mysqld stop

2. Jalankan perintah berikut ini
mysqld_safe --skip-grant-tables -u root &

Setelah itu anda bisa masuk ke MySQL tanpa perlu menggunakan username dan password.
mysql

Kemudian reset password root anda

UPDATE mysql.user SET Password=PASSWORD('sandra_dewi') WHERE User='root';
FLUSH PRIVILEGES;

Keluar dari MySQL dan kill proses “mysqld_safe –skip-grant-tables -u root &” dengan perintah
kill $!

Setelah itu anda jalankan demon MySQL
/etc/init.d/mysqld start

Nah sekarang anda sudah bisa login menggunakan account root dengan password yang baru.

Mikrotik

Dulu saya mendengar kata Mikrotik rasanya gimana gitu, sebuah router yang tidak berbobot :D ternyata setalah beberapa kali setting Radio Mikrotik dengan menggunakan Routerbord (RB) 333,411 saya baru menyadari bahwa saya salah besar.

Nah sekarang mau tidak mau harus, ternyata untuk menginstall sebuah Mikrotik ke dalam PC itu mudah sekali, bisa di booting lewat LAN dan Cdrom. Kemaren saya baru install 1 :D

Nah tadi pagi saya mencoba melakukan koneksi dari pc saya ke pc yang sudah terinstall Mikrotik X86-3.3 (bersambung)

Koneksi Internet

Waduh saya sudah harus mempunyai koneksi internet nih di rumah, tapi masih kebingungan saya harus pake apa yah ?

Liat-liat Firstmedia tapi coverage areanya belum sampe ke rumah saya, telkomspeedy sih masuk tapi saya masih trauma dengan pelayanan yang di berikannya, ada juga beberapa WISP tapi saya harus bangun tower dan itu tidak murah.

Saya juga melirik koneksi menggunakan XL 3G dan ISPnya menggunakan Centrin, tapi…….

Ahhhhhhhh pusing, coba rumah deket ma kantor tinggal kasih tiang, radio, antena dan kabel LAN. Tuing 512 INT wakakakakaka (ngarep)

Ethernet oh Ethernet

Dalam beberapa bulan ini saya dibuat bingung dengan konfigurasi ethernet di salah satu router loadbalancing, saya menggunakan Fedora 5, router ini melayani 40 PC client dan menggunakan 4 ISP yang berbeda. 1 ISP memberikan layanan IP public dan 3 lainnya IP dinamis (DHCP).

berikut ini configurasi yang ada saya gunakan.

file /etc/modprobe.conf, file ini saya gunakan agar pada saat booting si linux sudah tidak perlu lagi mencari hardware yang baru, karena proses kudzunya tidak digunakan.

alias eth0 8139too
alias eth1 8139too
alias eth2 3c59x
alias eth3 3c59x
alias eth4 3c59x

eth0 adalah IP public dan eth3 adalah interface yang mengarah ke client, eth1,2 dan 4 adalah interface yang menggunakan dhcp, di setiap file ifcfg-eth0 s/d 4 saya sudah menjelaskan MAC Address setiap ethernet.

Konfigurasi ini berjalan hanya beberapa minggu saja, setelah itu urutan interface berubah dengan tidak beraturan entah eth0 jadi 3, 2 jadi 0 dan sebagainya. Kadang perubahannya hanya terjadi di 2 interface saja. Dengan kejadian ini saya baru menyadari bahwa MAC Address di GNU/Linux itu sistemnya mengikuti driver bukan sebaliknya.

Akhirnya setelah pusing mencari tahu kesalahannya dimana, saya bertanya ke tanyajawab@linux.or.id dengan subject “Konfigurasi NIC sering berubah-ubah”, saya banyak mendapatkan feedback dari teman-teman disana salah satunya memberikan link http://dicky.wahyupurnomo.com/2008/01/09/memastikan-penamaan-ethernet-tidak-berubah2-di-linux-fc/, yah saya mencoba cara pak Dicky….


SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”8139too”, ATTRS{address}==”00:1B:11:E8:94:00″, NAME=”eth0″
SUBSYSTEM==”net”, DRIVERS==”via_rhine”, ATTRS{address}==”00:19:dB:22:C1:5C”, NAME=”eth1″

(bersambung)

(sambungan tadi malem :) )
Tapi ada 1 keanehan yang terjadi, configurasi itu ada sedikit error dan jika saya memakai configurasi yang ada di link blog Pak Dicky CBQ saya yang sudah up tidak akan berjalan dan jika di matikan client baru bisa menakses website, karena CBQ yang saya gunakan juga terintegrasi dengan Transparant Proxy yang menggunakan sebuah Bash Scripting untuk menjalankan keduanya.

Dengan adanya kesalahan di dalam configurasi itu, saya cari tahu di Google dengan kata kunci udev dan menemukan Configurasi NIC.

Jadi untuk mengenerate configurasinya saya harus melakukan


udevtest /sys/class/net/eth0
udevtest /sys/class/net/eth1
udevtest /sys/class/net/eth2
udevtest /sys/class/net/eth3
udevtest /sys/class/net/eth4

Setelah melakukan perintah di atas saya mendapatkan bahwa penulisan
DRIVERS==”8139too”, ATTRS{address}==”00:1B:11:E8:94:00″
“DRIVERS” itu tidak menggunakan huruf “S” dan “ATTRS{address}” seharusnya SYSFS{address}

Maka saya mendapatkan configurasi yang benar seperti ini :

KERNEL=="eth0", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="8139too", SYSFS{address}=="00:13:46:28:e7:45", NAME="eth0"
KERNEL=="eth1", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="8139too", SYSFS{address}=="00:13:46:28:e7:40", NAME="eth1"
KERNEL=="eth2", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="3c59x", SYSFS{address}=="00:04:75:c1:5c:ad", NAME="eth2"
KERNEL=="eth3", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="3c59x", SYSFS{address}=="00:04:75:c1:54:7d", NAME="eth3"
KERNEL=="eth4", SUBSYSTEM=="net", DRIVER=="3c59x", SYSFS{address}=="00:04:75:c1:59:fe", NAME="eth4"

Dan untuk menjalankan configurasi ini saya harus melakukan unload dan reload driver dan modulenya, atau simplenya saya reboot server tersebut dan mendapatkan configurasi berjalan dengan lancar dan CBQ saya juga bisa di gunakan kembali.

Memang jika kita liat dengan perintah dmesg si kernel masih meload configurasi yang lama, tapi kita anda mengamati lebih teliti configurasi itu berjalan dengan mulus.

Ok untuk beberapa hari kedepan mari kita lihat apa yang terjadi, apakah masih berubah-ubah ?

Sysadmin

Tadi malam sekitar Jam 22:33 WIB, saya di panggil salah satu Direksi PT. HasindoNet. Dia memberitahukan bahwa pada bulan Maret saya resmi menjadi seorang Sysadmin yang sebelumnya saya adalah seorang Helpdesk dan bekerja dari jam 22:00 PM s/d 06:00 AM.

Pernyataan resminya akan di keluarkan pada tanggal 5 February ini, melalui Monthly meeting PT. HasindoNet. Yang akan di hadiri oleh semua Karyawan dan Direksi PT HasindoNet.

Weh mulailah babak baru dalam hidup saya ini. Dengan di berikannya tanggung jawab yang sangat besar ini, saya akan lebih giat lagi memacu produktivitas kerja dan memberikan yang terbaik bagi PT. HasindoNet.

Variable Length Subnet Mask

Variable Length Subnet Mask (VLSM)

Source Aslinya dari:
http://andryan.wordpress.com/category/vlsm/

23 November 1982

Selamat Ulang tahun yah chayank, semoga kamu sehat selalu, panjang umur dan di berikan rezeki yang berlimpah.
Dan…..

Hanya itu yang bisa aku katakan untuk kamu
Aku selalu kangen dan sayang kamu.

Yah harus memilih lagi

yah bulan ini aku harus memilih lagi :(

Ah tak tau harus mana yang didulukan :( karena sama-sama penting.

Pusing-pusing.

KB dan kb

Catatan kecil untuk menghitung besaran bandwith yang didapatkan untuk download. OK sebelumnya saya jelaskan dikit yah :

Pernahkah anda menemui besaran seperti KB dan kbps pada saat anda melakukan download ?, apakah dua besaran tersebut saling berhubungan dan kemudian apa arti dan fungsi dari besaran tersebut bagi anda sebagai konsumen ?

besaran / satuan yang dijelaskan diatas erat kaitannya pada saat kita melakukan kegiatan transfer data pada komputer, dari dua besaran tersebut memiliki definisi yang berbeda adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

Perkenalan :

k = 1024
K = 1000
B = Bytes
b = bits

Filesize (Berapa besar file dalam komputer) biasanya disebut dengan nama “kilobytes”, “megabytes” dan “gigabytes”.

Dalam perhitungan ini (binary, tapi bukan transfer data) menggunakan “K” (huruf gede) adalah representasi dari 1024.

Contoh perbandingannya :

  • 1 KB (one KiloByte) = 1024 Bytes
  • 1 MB (one MegaByte) = 1024 KiloBytes
  • 1 GB (one GigaByte) = 1024MegaBytes

Untuk data transfer biasanya diistilahkan dengan bits. dalam bits rate perbandingannya seperti berikut ini :

  • 1 kbps = 1.000 bits per second
  • 1 Mbps = 1.000.000 bits per second
  • 1 Gbps = 1.000.000.000 bist per second

kbps (kilobits/sec) berarti seribu bit per second

Mbps (megabits/sec) berarti sejuta bit per second

Gbps (gigabits/sec) berarti semilyar bit per second

tbps (terabits/sec) berarti trillions bit per second

contoh :

  • Gigabit Ethernet [1000Base-T] brarti bisa transfer data sampe 1000 mbps (1 gbps)
  • 10Base-T dapat melakukan transfer data 10 mbps
  • SATA II (SATA-300) untuk komunikasi Serial ATA sampai 3 gbps

bits and Bytes: 1 Byte = 8 bits; kbps* 0.1220703125 = KB/s

Karena ada 8 bits dalam Bytes, untuk memperoleh bits-rate (speed) dari bytes, kita harus mengalikan total Bytes dengan angka 8.

Untuk dapat nilai KB/s dari bit rates, kita harus membagi total bits dengan 8, kemudian bagi dengan 1024

Untuk convert KB/s ke kbps (bit rates dari nilai Bytes ) persamaannya adalah sebagai berikut :

KiloBytes * 1,024 = total Bytes
total Bytes * 8 = bits
bits / 1,000 = kilobits

Contoh nya :

30 KB/s * 1,024 = 30,720 Bytes per second

30,720 Bytes per second * 8 = 245,760 bits per second

245,760 bits per second (bps) / 1,000 = (approximately) 246 kbps (245.8 kb/s)

bits

Berikut contoh perhitungan sistem kuota BW :

kita asumsikan kita berlangganan pada suatu ISP dengan Pola kuota.
Misal kita memperoleh kuota :1 GB / bulan dan kita asumsikan BW kita Full 384 kbps. kuota tersebut kita geber dengan mendownload maksimal, maka akan diperoleh perhitungan kurang lebih seperti ini :

1 GB * 8 = 8 GB = 8000.000 kb

8000.000 kb/384 kbps = 20.833 sec

20.833 sec/60 = 347.222 minutes

347.222 min/60 = 5,78 jam

Jadi dengan langganan kuota 1 GB, maka dalam 5,78 jam kuota kita akan habis, dan kelebihan pemakaian kuota kita akan dihitung per KB biasanya… jadi silahkan diperkirakan berapa kita akan membayar tagihan dengan kuota 1 GB.

Semoga bermanfaat.

Diambil dari :
http://www.transbit.net/index.php?option=com_content&task=view&id=38&Itemid=36

Protected: Rahasia

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Posted in Uncategorized. Enter your password to view comments